INTAN JAYA - Di tengah keheningan pedalaman Intan Jaya, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah inisiatif sederhana namun menyentuh hati mulai bergulir. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti, melalui Pos Maya, tak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga merajut keakraban dengan warga melalui layanan cukur rambut gratis. Sebuah cara unik yang membuka pintu komunikasi dan membangun kepercayaan.
Sejak Sabtu (18/4/2026), Pos Maya di Distrik Homeyo membuka pintu bagi siapa saja yang ingin merapikan penampilan. Tanpa formalitas berlebihan, hanya dengan gunting, sisir, dan kursi seadanya, para prajurit TNI menyambut bapak-bapak, pemuda, hingga anak-anak dengan senyum hangat. Suara tawa riang kerap terdengar, seolah memecah kesunyian daerah yang jarang terjamah fasilitas modern.

Kegiatan ini tak sekadar memberikan kerapian, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang jauh dari pusat keramaian. Keterbatasan akses ke tukang cukur kini terjawab dengan kepedulian para prajurit.
“Daripada harus ke kota yang jauh, lebih baik cukur di sini. Gratis dan hasilnya rapi. Kami sangat senang, ” ujar Zairus Miyagoni (24), salah seorang warga yang merasakan langsung manfaat layanan ini.
Inisiatif ini berawal dari pengamatan Komandan Pos Maya, Kapten Inf Farid Makruf, terhadap keluhan warga mengenai sulitnya mencari tukang cukur. Melihat kebutuhan sederhana ini, timbul gagasan untuk menyediakan layanan di pos.
“Kami melihat kebutuhan sederhana masyarakat, akhirnya kami buka layanan cukur gratis di depan pos. Siapa saja boleh datang kapan saja. Harapannya, warga merasa terbantu dan hubungan kami semakin dekat, ” jelas Kapten Inf Farid Makruf.
Ia menambahkan, kegiatan sederhana seperti ini memiliki dampak besar. Tidak hanya dalam membangun komunikasi, tetapi juga menumbuhkan rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat. Hasilnya, Pos Maya kini menjadi lebih ramai dikunjungi, baik untuk sekadar bercukur maupun bersilaturahmi, memperkuat ikatan emosional di wilayah pedalaman Papua.
Kehadiran layanan cukur gratis ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga keamanan tidak melulu soal pendekatan militeristik. Lebih dari itu, sentuhan kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat mampu menciptakan jembatan kebersamaan yang kokoh. (PERS)
