Tawa Anak Pedalaman Intan Jaya Pecah di Zanepa: Cara Sederhana TNI Bangun Kedekatan Lewat Permen

    Tawa Anak Pedalaman Intan Jaya Pecah di Zanepa: Cara Sederhana TNI Bangun Kedekatan Lewat Permen
    Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti melalui Pos Zanepa membagikan keceriaan berupa makanan ringan berupa permen anak-anak Kampung Zanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (24/4/2026).

    INTAN JAYA - Keceriaan anak-anak Kampung Zanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menjadi pemandangan hangat di tengah sunyinya wilayah pedalaman. Tawa mereka pecah saat Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti melalui Pos Zanepa membagikan makanan ringan berupa permen, Jumat (24/4/2026).

    Kegiatan sederhana ini justru menghadirkan suasana penuh keakraban. Anak-anak yang awalnya tampak malu perlahan mendekat ketika personel TNI menyapa dengan senyum. Permen warna-warni yang dibagikan menjadi magnet kecil yang mencairkan suasana. Sebagian anak langsung menikmatinya, sementara yang lain menyimpannya untuk dibawa pulang kepada keluarga.

    Salah satu personel Pos Zanepa, Praka Rizki, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak di wilayah penugasan.

    “Kami ingin anak-anak di sini tetap merasakan keceriaan. Hal kecil seperti ini mungkin sederhana, tapi senyum mereka itu sangat berarti bagi kami, ” ujarnya.

    Lebih dari sekadar berbagi makanan ringan, momen tersebut menjadi jembatan untuk membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat sejak usia dini. Anak-anak yang sebelumnya canggung kini mulai berani mendekat dan berinteraksi dengan anggota pos.

    Selepina Tipagau (34), salah satu warga Kampung Zanepa, mengaku merasakan perubahan sikap anak-anak terhadap kehadiran aparat.

    “Dulu anak-anak takut dengan tentara. Sekarang justru senang dan sering bertanya apakah abang pos ada. Kami berterima kasih karena sudah memperhatikan anak-anak di kampung ini, ” tuturnya.

    Komandan Pos (Danpos) Zanepa, Letda Inf Sugeng Watono, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

    “Membangun rasa aman itu tidak selalu dengan pendekatan formal. Dari anak-anak, kita mulai membangun kepercayaan. Ketika mereka merasa senang dan nyaman, secara tidak langsung orang tua juga ikut merasa tenang, ” jelasnya.

    Menurutnya, suasana kampung yang aman dan kondusif tidak lepas dari kebahagiaan warganya, termasuk anak-anak. Keceriaan mereka menjadi indikator penting bahwa hubungan antara aparat dan masyarakat terjalin dengan baik.

    Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, Satgas Yonif 113/Jaya Sakti kembali menunjukkan bahwa kehadiran TNI di Papua bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang membawa kehangatan bagi masyarakat.

    (PERS)

    tnimanunggalrakyat intanjaya papuatengah yonif113jayasakti keceriaananakpapua aksihumanistni beritapapua tniuntukrakyat
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Hangat di Tengah Pegunungan Intan Jaya:...

    Artikel Berikutnya

    Sentuhan Hangat di Dingin Pegunungan Intan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Dari Dialog hingga Pengobatan Gratis, Satgas Yonif 113/JS Hadirkan Layanan Humanis untuk Warga Zanepa
    Senyum Ceria di Pogapa: Cara Sederhana TNI Dekatkan Diri Lewat Sebungkus Indomie
    Di Tengah Krisis Air Pegunungan Papua, TNI Buka Akses Air Bersih untuk Warga Engganengga
    Perkuat Silaturahmi, Panglima TNI Hadiri Pertemuan Purnawirawan TNI di Kemhan
    Di Balik Keringat dan Tekad, Personel Lanud Sjamsudin Noor Jalani Tes Kesamaptaan Demi Kenaikan Pangkat

    Ikuti Kami