INTAN JAYA - Di bawah terik matahari Kampung Kendetapa, Intan Jaya, Papua Tengah, lapangan sederhana mendadak ramai oleh gelak tawa dan sorak-sorai. Jumat, (3/4/2026), menjadi saksi bisu kehangatan yang terjalin antara prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/JS dan anak-anak setempat. Sebuah pertandingan sepak bola yang diprakarsai oleh satgas ini bukan sekadar adu fisik, melainkan sebuah jembatan empati yang membangun kedekatan.
Bayangkan saja, anak-anak kecil berlarian riang menggiring bola bersama para prajurit berbadan tegap. Tak ada sekat, hanya semangat sportivitas yang mengalir deras. Keceriaan itu begitu nyata, terpancar dari setiap senyum dan gerakan lincah mereka di atas rumput hijau.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan, kami bisa bermain bola bersama teman-teman dan bapak-bapak Satgas, ” ujar Eldoper Selegani (14), salah satu bocah yang antusias berbagi kebahagiaannya. Pengalaman sederhana ini tentu akan membekas dalam ingatan mereka.
Kapten Inf Doriman Rajagukguk, Komandan Pos (Danpos) Kendetapa, menjelaskan lebih dalam makna di balik kegiatan ini. Baginya, ini adalah wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir dan peduli terhadap masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami juga mengajak anak-anak untuk menjaga kesehatan dan memperkuat kebersamaan, ” tegasnya.
Sambutan hangat tak hanya datang dari anak-anak. Para orang tua di Kampung Kendetapa pun turut merasakan dampak positifnya. Josua Selegani (45), seorang warga, mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada bapak-bapak Satgas, anak-anak kami sangat senang dengan kegiatan ini, ” tuturnya penuh haru.
Lebih dari sekadar permainan, sepak bola ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas Yonif 113/JS dalam merajut harmoni. Sebuah momen sederhana yang berhasil memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di tanah Papua Tengah.
