Satgas Yonif 113 Jaya Sakti Lestarikan Budaya Berburu Papua Lewat Lomba Memanah

    Satgas Yonif 113 Jaya Sakti Lestarikan Budaya Berburu Papua Lewat Lomba Memanah
    (Foto Dok): Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) melalui Pos Kendetapa menggelar perlombaan memanah sebagai bagian dari pelestarian tradisi berburu masyarakat setempat di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Selasa (7/4/2026).

    INTAN JAYA - Di tengah terpaan zaman modern, semangat pelestarian budaya leluhur terus membara di pedalaman Papua. Prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) baru-baru ini merajut kebersamaan melalui kegiatan yang tak hanya mengasah ketangkasan, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi berburu masyarakat setempat. Melalui Pos Kendetapa, sebuah lomba memanah digelar di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (7/4/2026), membangkitkan kembali gema budaya yang telah mengakar kuat.

    Suasana di sekitar Pos Kendetapa terasa hidup, dipenuhi riuh rendah tawa dan semangat peserta dari berbagai kalangan: anak-anak polos, masyarakat adat yang bersemangat, hingga personel Satgas yang turut ambil bagian. Meski fasilitas yang tersedia sederhana, hal itu tak menyurutkan antusiasme mereka. Setiap anak panah yang diluncurkan, setiap bidikan yang diarahkan ke target, menjadi saksi bisu keceriaan dan ikatan persaudaraan yang terjalin erat.

    Lebih dari sekadar kompetisi, lomba memanah ini menjelma menjadi sebuah platform edukasi budaya yang berharga. Generasi muda diajak untuk kembali merangkul dan mencintai warisan nenek moyang mereka, khususnya seni berburu yang telah menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Papua selama berabad-abad.

    Kepala Suku Kampung Kendetapa, Marinus Selegani (54), tak kuasa menahan rasa harunya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena turut melestarikan budaya berburu kami. Selain memperkenalkan kepada anak-anak, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Satgas dan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, ” ujarnya penuh harap.

    Komandan Pos Kendetapa, Kapten Inf Doriman Rajagukguk, menggarisbawahi makna mendalam di balik kegiatan ini. “Kami ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekaligus membantu melestarikan budaya lokal. Tradisi berburu adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga oleh generasi muda, ” ungkapnya, menekankan peran penting TNI dalam menjaga harmoni sosial dan budaya.

    Pertarungan ketepatan dan fokus pun tak terhindarkan. Jekson Selegani (14), seorang peserta muda, berhasil menjawab tantangan dengan gemilang, keluar sebagai pemenang berkat bidikannya yang akurat. Kemenangannya menjadi simbol semangat generasi penerus dalam meneruskan tradisi.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di wilayah penugasan melampaui sekadar menjaga keamanan. Ia hadir sebagai mitra masyarakat, turut berperan aktif dalam merawat dan melestarikan kekayaan budaya lokal yang tak ternilai harganya. Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, Satgas Yonif 113/Jaya Sakti kian mempertebal tali kemanunggalan dengan rakyat, sekaligus menebar benih cinta budaya pada generasi muda Papua.

    tni untuk rakyat yonif 113 js jaya sakti intan jaya budaya papua lomba memanah
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Belajar Sambil Bermain di Pedalaman Papua,...

    Artikel Berikutnya

    Borong Hasil Tani dan Berbagi Makanan, Satgas...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Borong Hasil Tani dan Berbagi Makanan, Satgas Yonif 113 Jaya Sakti Dorong Ekonomi Warga Bilai
    Belajar Sambil Bermain di Pedalaman Papua, Satgas Yonif 113 Jaya Sakti Tingkatkan Literasi Anak Pogapa
    Satgas Yonif 113 Jaya Sakti Lestarikan Budaya Berburu Papua Lewat Lomba Memanah
    Bareskrim Polri Tangkap 'The Doctor', Pemasok Sabu Jaringan Koko Erwin
    Polisi Ungkap Jaringan Narkoba di THM Delona Vista Bali, 7 Pelaku Ditangkap

    Ikuti Kami