INTAN JAYA - Upaya memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat terus dilakukan Satgas Yonif 631/Antang melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) di Kampung Mamba Bawah, wilayah Sugapa Lama, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu (25/4/2026).
Dipimpin Kapten Inf Andry Suwiatmojo, personel Satgas turun langsung ke tengah perkampungan, menyapa warga serta berdialog dengan tokoh adat dan tokoh agama. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memahami kondisi riil di lapangan.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut. Warga tampak terbuka menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari persoalan sehari-hari hingga kondisi lingkungan kampung. Interaksi dua arah ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan serta mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
Kapten Inf Andry Suwiatmojo menegaskan bahwa komsos merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan dalam pelaksanaan tugas di wilayah penugasan.
“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga mendengar dan memahami apa yang menjadi kebutuhan warga. Kedekatan ini penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, ” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam membangun sinergi antara aparat dan masyarakat, sehingga setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi secara dini.
Warga Kampung Mamba Bawah menyambut positif kehadiran Satgas Yonif 631/Antang. Mereka merasa diperhatikan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan langsung prajurit di tengah kehidupan warga.
“Kami senang dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Mereka mau datang dan mendengar kami. Ini membuat kami merasa lebih dekat dan diperhatikan, ” ungkapnya.
Melalui kegiatan komsos ini, Satgas Yonif 631/Antang tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga berperan dalam menciptakan stabilitas wilayah yang aman dan harmonis.
Pendekatan dialogis yang dilakukan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Papua Tengah.
(PERS)
